Hubungi kami :

Gedung Film Pesona Indonesia
Jl. Letjen M.T. Haryono No.Kav. 47, RT.3/RW.3, Cikoko, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12770

tu.ppsdm@kemenparekraf.go.id

Protokol CHSE di Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

BINCANG ADYATAMA

TangSel, Pusat Pengembangan SDM Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyelenggarakan webinar Bincang Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif pada tanggal 4 Maret 2022 dengan lokasi siar bertempat di Hotel Santika Bintaro Tangerang Selatan, Banten. Acara webinar Bincang Adyatama yang di motori Kelompok Substansi Jabatan Fungsional Pusbang SDM Kemenparekraf/Baparekraf ini dimulai dalam suasana yang ceria, inspiratif dan bersemangat oleh MC Joclara dan Rayinda Ajeng Debyanti, serta kreasi info sekilas oleh Benita Vioretta Situmorang selaku penyampai berita Adyatama yang tampil di antara webinar. Gambaran suasana ini disampaikan pak Faisal selaku Kapusbang SDM Kemenparekraf/Baparekraf, ketika menyambut sapaan MC serta menyapa para calon JF Adyatama yang hadir secara online dan offline, serta apresiasi pak Kapus kepada ibu Eka Pan Lestari selaku Kordinator Kelompok Substansi Jabatan Fungsional bersama tim yang memberi aura bincang Adyatama nampak menginspirasi dan bersemangat.

Bincang-bincang yang berlangsung sekitar dua jam ini semakin lengkap dan mencerahkan karena di hadiri para Narasuber yang kompeten dibidang Jabatan Fungsional maupun di bidang Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, yaitu Bapak Aba Subagja, S.Sos.,MAP.selaku Asisten Deputi Perancangan Jabatan, Perencana dan Pengadaan Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Bapak DR.Fransiskuszaferius Teguh,MA selaku Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf/Baparekraf, Bapak Faisal, MM. Par, CHE. selaku Kepala Pusat Pengembangan SDM Kemenparekraf/Baparekraf, dan Ibu Sri Gantini, S.SOS, M.AP.selaku Direktur Jabatan ASN Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Antusiasme audien pada Bincang Adyatama ini nyata sampai di penghujung acara pengumuman lucky will untuk mendapat door prize bagi peserta webinar yang setia menyaksikan dan menyimak sampai akhir.

“Ini diskusi menarik peran penting dari instansi Pembina karena akan membangkitkan Parekraf, dan Ini bagian dari pelaksanaan mandatori Presiden. Karena setiap Kemeterian mempunyai karakter tersendiri, dan para Menteri sudah kontrak dengan Presiden”. Lebih lanjut pak Aba juga tidak lupa menyampaikan pendapatnya, “Ini sudah tepat yang dilakukan teman-teman, tepat momentumnya, disatu sisi ada penyederhanaan, disisi lain ada penyetaraan sehingga membantu karier teman-teman, Ini tinggal bagaimana kita mengembangkan agar JF ini menjadi JF yang membanggakan”. katanya sambil menyapa dan menjelaskan kepada audiens. Senada dengan pak Aba, secara lebih detail Pak Kapusbang SDM menyampaikan, “JF Adyatama ini jabatan keahlian, karena itu orang-orang yang masuk pada JF ini harus memiliki kompetensi, Saya berharap Bpk/ibu Calon JF Adyatama dapat memanfaatkan periode II ini sebaik mungkin, Bestpractice kami pada periode I itu ada yang gugur di seleksi Administrasi dan seleksi Portofolio, Pelantikan melalui jalur inpassing JF Adyatama maksimal tanggal 17 Maret 2023 dengan syarat sudah memiliki formasi untuk JF Adyatama, jadi seseorang dapat dipastikan menduduki JF Adyatama saat dilantik, bukan karena lulus seleksi. Karena itu pastikan bapak/ibu hadir dalam pelantikan”, pungkas pak Faisal seraya memotivasi dan berbagi informasi kepada para calon Adyatama yang menyimak. Tidak berbeda dengan harapan yang disampaikan pak Faisal yang menekankan profesionalitas, dalam bincang-bincang akrab ini Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf/Baparekraf menyampaikan, “Kita menjaga suatu motivasi dalam lanskap perubahan parekraf, dan Jabatan merupakan medan pelayanan kita. Bahwa aparatur negara selaku penyelenggara negara hadir dengan kompetensi. Bobot ahli inilah yang menjadi core values” pungkasnya. Lebih lanjut Bapak Staf Ahli yang akrab disapa pak Frans itu menjelaskan tentang sistem thinking, “kita ingin memberikan values dalam penyelenggaraan pengelolaan Parekraf, karena Parekraf ini multidisiplin, multicultural, maka JF Adyatama ini nanti diharapkan dapat mengakomodir talent manajemen. Konversi ini juga melakukan transformasi dalam pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Maka JF Adyatama ini selalu berorientasi pada hasil, Saya tawarkan sistem thinking, artinya dalam cascading berpikir, tentu kita harus menghasilkan hal-hal yang memberikan kinerja bagi Parekraf”, komentar pak Frans saat mengawali perbincangan yang disampaikannya secara daring. Bobot perbincangan pada Bincang Adyatama semakin menarik ketika Ibu Sri Gantini menyampaikan Inpassing JF Adyatama merupakan penghargaan bagi pelaksana tugas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. “Basis Penyetaraan yaitu tanpa uji kompetensi, dalam Penyetaraan akan dilihat dari Tusi terkait sebelum disetarakan, jadi tidak dilihat dari pangkat dan golongan. Karena itu apabila akan inpassing disarankan, sebaiknya naik pangkat dahulu”. Lebih lanjut Bu Sri memotivasi kepada para PNS yang saat ini mendapat Peran tambahan sebagai Kordinator atau Sub Kordinator, “gunakan kesempatan ini untuk berlatih sebagai Pejabat Fungsional, karena setiap kegiatan yang dilakukan dapat di akumulasi menjadi angka kredit dengan bonus 25% angka kredit”, ungkap Ibu Direktur Jabatan ASN BKN.

Kegiatan webinar Bincang Adyatama ditutup dengan pantun oleh MC; “Pulau Papua Bumi Cendrawasih, Bunga Mawar Merah Merona, Sekian dan terima kasih, Semoga bertemu di acara selanjutnya”. 

Informasi terkait Bincang Adyatama dapat diakses melalui tautan youtube:https://www.youtube.com/watch?v=eUk9IX5Yz6M&t=9771s

 dan Hallo Adyatama 0821-2223-80011 #salamsehatpenuhsemangat#suksesJF.Adyatama#salamindonesiamaju(ptt).

Kemenparekraf/Baparekraf Launching Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (SBMPTNP) 2022

Lombok, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melakukan launching Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (SBMPTNP) pada 1 Maret 2022 di Politeknik Pariwisata Lombok, Nusa Tenggara Barat.

DISKUSI PENYUSUNAN NASKAH AKADEMIK TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL

Jakarta, Pusat Pengembangan SDM Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Pusbang SDM Kemenparekraf/Baparekraf) telah menyelenggarakan Rapat terkait Tunjangan Jabatan Fungsional Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif. Kegiatan rapat yang dilaksanakan tanggal 2 Maret 2022 dalam bentuk sharing ini bertujuan untuk mengetahui Alur Penyusunan Perpres dan  Naskah Akademik Tunjangan Jabatan Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf. Rapat dibuka oleh Bapak Faisal, MM. Par, CHE selaku Kapusbang SDM Kemenparekraf/Baparekraf dan  dipandu oleh Ibu Eka Pan Lestari selaku Koordinator Kelompok Substansi Jabatan Fungsional/Analis Kebijakan Ahli Madya Kemenparekraf/Baparekraf, serta dihadiri Para Subkoordinator beserta tim Kelompok Substansi Jabatan Fungsional.

Sharing session ini diisi oleh Narasumber yang berpengalaman dalam proses penyusunan Perpres Tunjangan Jabatan Fungsional diantaranya Bapak Daniel Asnur selaku Pejabat Fungsional Pengawas Utama pada Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah,serta  Ibu Nurwahida selaku Analis Kepegawaian Madya selaku Koordinator Substansi Organisasi Kementerian Pertanian. Dalam pembukaan rapat ini Kapusbang SDM Kemenparekraf/Baparekraf berharap dari pertemuan diperoleh sebuah gambaran mengenai alur dan estimasi waktu yang dibutuhkan untuk penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) Tunjangan Jabatan Fungsional.

“Rapat ini dapat menjadi momen sharing dari Instansi Pembina KemenkopUKM dan Kementan, terkait Penyusunan Perpres Tunjangan Jabatan Fungsional agar dapat memberikan insight bagi Kemenparekraf selaku Instansi Pembina JF Adyatama”, kata pak Kapusbang SDM seraya berharap memperoleh gambaran terkait instansi yang dapat dilibatkan dalam proses mewujudkan Perpres Tunjab serta sistematika Naskah Akademik yang tepat untuk digunakan sebagai bahan dalam menyusun Perpres Tunjab Jabatan Fungsional di bidang Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif.

Sejalan dengan harapan Kapusbang SDM, pak Deniel Asnur selaku Pejabat Fungsional Pengawas Utama di Kementerian Koperasi dan UKM dalam kesempatan paparannya menginformasikan, bahwa KemenkopUKM pun sedang menyusun JF tentang kewirausahaan, “Dalam Proses penyusunan Perpres Tunjab Jabatan Fungsional Pengawas Koperasi (JFPK) telah membuat rapat-rapat dengan instansi berkaitan dengan narasumber dari KemenPANRB beberapa kali”. Lebih lanjut pak Daniel menyampaikan, “Dalam membuat Justifikasi Naskah Akademik perlu dijelaskan tugas dan fungsi utama Jabatan Fungsionalnya, kemudian nilai besaran tunjangan dapat tinggi, apabila kita memiliki nilai jual, karenanya penting dibuatkan proyeksinya, di analisis termasuk resikonya, dan kontribusinya” pungkasnya menceritakan pengalamannya dalam proses penyusunan Perpres tentang Tunjab.

Rapat dan sharing sesion yang berlangsung sekitar 2 jam ini juga telah berhasil menemukan poin yang perlu dicatat, khususnya ketika Ibu Eka Pan Lestari selaku Kordinator Kelompok Substansi Jabatan Fungsional mengajukan beberapa pertanyaan, “Pada JFPK justifikasi besaran tunjangan yang diusulkan, yang membuat tinggi besarannya adalah bahwa koperasi itu harus dilindungi, kalau tidak ekonomi Indonesia akan terkena dampaknya itu dituangkan dalam Naskah Akademik”, ucapnya menanggapi salah satu harapan ibu Eka terhadap kegiatan sharing ini bisa memperoleh poin penting yang perlu dicantumkan pada Naskah Akademik, serta tips dan trick yang diperlukan dalam menyusunan rancangan Perpresnya. Sedikit berbeda dengan pak Daniel dari KemenkopUKM, ibu Nurwahida selaku Kordinator Substansi Organisasi dari Kementan menyampaikan poin penting secara detil melalui pengalamannya yang panjang dalam membina bidang Jabatan Fungsional, “ perlu ada justifikasi pentingnya Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, terutama dalam peningkatan pendapatan negara dalam usulan Tunjangan Jabatan”. Pungkasnya seraya menceritakan pengalamanya selama 17 tahun membina urusan terkait Jabatan Fungsional di Kementerian Pertanian. “ saat ini Kementerian Pertanian membina sekitar 45.000 Jabatan Fungsional se-Indonesia dan pekerjaan yang agak membutuhkan effort adalah saat membuat tunjangan jabatan fungsional”. Pungkasnya menceritakan suka dukanya dalam mengurus Jabatan Fungsional di Kementerian Pertanian yang tentu akan bermanfaat bagi Pusbang SDM Kemenparekraf/Baparekraf, khususnya Kelompok Substansi Jabatan Fungsional.

Informasi terkait Jabatan Fungsional Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif dapat di akses melalui pranala https://motce.id/infoinpassing-adyatama, atau kanal Telegram https://t.me/INPASSINGADYATAMA atau Whatsapp Halo Adyatama di 082122238011

#salamsehatpenuhsemangat(ptt).